Insan Medika Academy

Karier Caregiver

Mendampingi Lansia dengan Demensia di Rumah

Mendampingi lansia dengan demensia tidak selalu mudah. Orang yang kita kenal bisa berubah, lupa nama anggota keluarga, atau tiba-tiba gelisah tanpa sebab yang jelas.

Dr. Budi santoso, S.Kep 2dilihat

perawat sedang menjelaskan ke pasien

Mendampingi lansia dengan demensia tidak selalu mudah. Orang yang kita kenal bisa berubah, lupa nama anggota keluarga, atau tiba-tiba gelisah tanpa sebab yang jelas. Keadaan ini melelahkan, baik bagi lansia maupun bagi yang merawatnya. Dengan pemahaman yang tepat, pendampingan bisa terasa lebih ringan. Artikel ini membahas apa itu demensia, cara berkomunikasi, rutinitas harian, keamanan rumah, dan cara menghadapi perubahan perilaku.

MEMAHAMI DEMENSIA

Demensia adalah kumpulan gejala akibat penyakit yang memengaruhi otak. Gejalanya memengaruhi daya ingat, cara berpikir, kemampuan menjalankan kegiatan sehari-hari, dan perilaku. Penyakit Alzheimer termasuk penyebab yang paling sering, tetapi bukan satusatunya.

Demensia bukan bagian normal dari penuaan. Lupa sesekali masih wajar, tetapi lupa yang mengganggu kegiatan sehari-hari perlu diperiksakan. Karena kondisinya berkembang dari waktu ke waktu, kebutuhan lansia pun akan berubah, dan cara mendampinginya perlu ikut menyesuaikan.

TANDA YANG PERLU DIPERHATIKAN

  • Sering lupa kejadian baru atau mengulang pertanyaan yang sama.
  • Kesulitan mengerjakan hal yang biasa dilakukan, seperti memasak atau memakai telepon.
  • Bingung soal waktu dan tempat, misalnya tersesat di lingkungan sendiri.
  • Sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara.
  • Perubahan suasana hati dan perilaku yang tidak biasa.

Tanda di atas tidak selalu berarti demensia. Keadaan lain juga bisa menimbulkan gejala serupa, jadi pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan.

prinsip mendampingi lansia demensia

CARA BERKOMUNIKASI YANG MEMBANTU

Kemampuan berkomunikasi akan berubah perlahan. Lansia mungkin kesulitan memahami kalimat panjang atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab. Beberapa cara berikut membantu percakapan tetap berjalan.

  • Bicara jelas dan perlahan dengan kalimat pendek.
  • Tatap mata lansia saat berbicara atau bertanya.
  • Beri waktu untuk menjawab dan jangan terburu-buru.
  • Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu, sebaiknya yang mudah dijawab.
  • Kurangi gangguan, seperti suara televisi, saat berbicara.
  • Biarkan lansia berbicara sendiri tentang hal yang menyangkut dirinya.
  • Jangan merendahkan atau menertawakan ucapannya.
  • Tanggapi ucapannya walaupun tidak sesuai dengan pertanyaan, supaya ia tahu sudah didengar.

Bahasa tubuh juga penting. Sentuhan lembut, senyum, dan nada suara yang tenang sering lebih mudah dipahami daripada kata-kata, terutama ketika demensia sudah berjalan lama.

MEMBANGUN RUTINITAS HARIAN

Rutinitas yang teratur membantu lansia merasa aman, karena ia tidak perlu terus menebak apa yang akan terjadi. Jadwal yang sama juga memudahkan keluarga dan caregiver berbagi tugas.

  1. Tetapkan jam yang kurang lebih sama untuk bangun, makan, mandi, dan tidur.
  2. Pilih kegiatan yang masih bisa dan masih disukai lansia.
  3. Pecah tugas menjadi langkah kecil, lalu dampingi satu per satu.
  4. Letakkan kegiatan penting pada waktu lansia biasanya paling segar.
  5. Sediakan waktu istirahat agar lansia tidak kelelahan.
  6. Akhiri hari dengan suasana yang tenang.

KEGIATAN YANG BERMAKNA

Lansia dengan demensia tetap membutuhkan kegiatan yang membuatnya merasa berguna. Pilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, seperti melipat pakaian, merawat tanaman, mendengarkan lagu lama, atau melihat foto keluarga. Yang dicari bukan hasil yang sempurna, melainkan rasa senang dan rasa dilibatkan.

MENJAGA KEAMANAN DI RUMAH

  • Singkirkan barang yang membuat tersandung, dan pastikan lampu cukup terang.
  • Simpan obat, bahan pembersih, dan benda tajam di tempat yang aman.
  • Pasang penanda sederhana pada pintu kamar dan kamar mandi.
  • Awasi penggunaan kompor dan peralatan listrik.
  • Siapkan kartu identitas berisi nomor keluarga, untuk berjaga-jaga bila lansia tersesat.

MENGHADAPI PERUBAHAN PERILAKU

Lansia bisa menjadi gelisah, curiga, atau marah. Perilaku ini sering merupakan cara menyampaikan sesuatu, misalnya rasa sakit, lapar, ingin ke toilet, atau merasa takut. Cari penyebabnya lebih dulu sebelum menanggapi.

  • Tetap tenang dan jangan berdebat atau mengoreksi terus-menerus.
  • Alihkan perhatian ke kegiatan lain yang disukai.
  • Periksa apakah ada rasa tidak nyaman, seperti nyeri atau pakaian basah.
  • Catat kapan perilaku muncul, supaya polanya mudah dikenali.
  • Sampaikan perubahan mendadak kepada tenaga kesehatan.

JANGAN LUPAKAN YANG MERAWAT

Merawat lansia dengan demensia adalah pekerjaan panjang. Rasa lelah dan sedih adalah hal yang wajar. Bagi tugas dengan anggota keluarga lain, sediakan waktu istirahat, dan jangan ragu meminta bantuan tenaga profesional. Pendamping yang sehat akan lebih mampu merawat dengan sabar.

VIDEO TERKAIT

Modul Demensia 5 (Bagian 5): Tips Merawat & Mendampingi Orang Dengan Demensia (Alzheimer's Indonesia)
Webinar Insan Medika: Teknik Merawat Pasien Alzheimer & Dementia (Insan Medika)

PENUTUP

Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua lansia. Kenali kebiasaan, kesukaan, dan riwayat hidupnya, lalu sesuaikan pendampingan dari hari ke hari. Kesabaran, rutinitas, dan rasa hormat membantu lansia tetap merasa aman dan dihargai.

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter atau tenaga kesehatan.

SUMBER RUJUKAN

  • World Health Organization. Dementia (lembar fakta). https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/dementia
  • NHS. Communicating with someone with dementia. https://www.nhs.uk/conditions/dementia/living-withdementia/communication/
  • Alzheimer's Association. Communication and Alzheimer's. https://www.alz.org/helpsupport/caregiving/daily-care/communications

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah demensia bagian normal dari penuaan?

Tidak. Risikonya memang meningkat seiring usia, tetapi demensia terjadi karena penyakit yang memengaruhi otak, jadi perlu diperiksakan.

Bagaimana bila lansia menanyakan hal yang sama berulang kali?

Jawab dengan tenang dan singkat. Pertanyaan yang berulang sering muncul karena lansia lupa atau merasa cemas, bukan karena sengaja.

Perlukah mengoreksi ucapan lansia yang keliru?

Tidak perlu selalu dikoreksi. Bila tidak membahayakan, lebih baik tanggapi perasaannya atau alihkan pembicaraan supaya ia tidak merasa disalahkan.

Bagaimana bila lansia menolak mandi?

Jangan memaksa. Coba lagi beberapa saat kemudian, jelaskan langkah demi langkah, jaga privasi, dan pastikan ruangan terasa hangat dan nyaman.

Kapan keluarga perlu bantuan tenaga profesional?

Saat lansia membutuhkan pengawasan terus-menerus, perilakunya sulit ditangani, atau keluarga mulai kelelahan. Bicarakan pilihan pendampingan dengan tenaga kesehatan.

Lihat semua artikel

Rekomendasi

Artikel Terkait

Lihat semua artikel
WhatsApp Admisi Daftar